Pesan Pangeran Antasari : " Lamun tanah banyu kita kahada handak dilincai urang .... Jangan bacakut papadaan kita "
(Kalau tidak ingin tanah air kita diobrak - abrik orang .... Jangan bertengkar, apalagi berantam sesama kita)

BARABAISCHE ELECTRICITEIT MAATSCHAPPIJ (BEM)

 BARABAISCHE ELECTRICITEIT MAATSCHAPPIJ (BEM)

Atas usulan Plaatselijke Raad atau Dewan Daerah (DPRD di masa Hindia Belanda) agar Onderafdeeling Barabai juga memiliki layanan listrik untuk umum seperti kota-kota besar, maka  pada tahun 1925 pemerintah kolonial mendirikan sebuah pembangkit listrik tenaga diesel di kota Barabai yang pengelolaannya diserahkan kepada sebuah perusahaan milik pemerintah lokal yang bernama Regentschaps Elekticiteit Bedrijven.
Di kemudian hari perusahaan ini berubah nama menjadi "Barabaische Electriciteit Maatschappij" dengan singkatan "BEM". Setelah Indonesia merdeka, sebelum PLN masuk ke kota Barabai, perusahaan ini beralih nama menjadi "Perusahaan Listrik Daerah" atau PLD.
☆☆☆☆☆☆☆

Kemudian dalam perkembangannya, pada tanggal 16 Juli 1927, jalan-jalan di kota Barabai mulai dipasangi lampu penerang jalanan. Peresmian pemasangan lampu jalanan ini dimeriahkan dengan menggelar acara "Nontong Bareng" bersama Controleur G.L. Tichelman, pejabat pemerintah, anggota dewan daerah dan tokoh masyarakat serta undang di bioskop Juliana Theater Barabai.

Seiring dengan bertambahnya populasi penduduk dan kian membaiknya tarap perekonomian masyarakat, membuat kebutuhan akan listrik di kota Barabai semakin meningkat, maka pada tahun 1929,atas persetujuan Plaatselijke Raad, pemerintah lokal memutuskan untuk membeli sebuah mesin listrik Deutz Dieselmotor 80 PK dengan generator 50 KW untuk menambah pasokan listrik ke rumah-rumah penduduk.

Hingga pada tahun 1939 jumlah bangunan yang teraliri listrik di kota Barabai sebanyak 319 buah dan daya listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan semua pelanggan tersebut sebesar 207 KWh.

Foto di bawah ini adalah bangunan pembangkit listrik tenaga diesel yang dikelola oleh perusahaan daerah " Barabaische Electriciteit Maatschappij" atau BEM berlokasi di (sekarang) Lorong Listrik Komplek P.U Barabai Selatan.

Karenanya, sampai sekarang orang-orang tua di kota Barabai menyebut Komplek P.U dengan sebutan "BEM".

1 komentar:

  1. Salam kenal nah dengan admin Booker ini....lun pernah tinggal di komplek pu jua bahari...pantas ai dulu orang bapanderan dengan kawan nya...jar nya kita bajalanan ka komplek bim jar...eh kalinya itu sebutan jaman walanda lah....thank.s ya pengetahuan nya

    BalasHapus